pengertian ERD simbol,notasi dan cara membuat

2 min read

pengertian ERD simbol,notasi dan cara membuat

pengertian ERD simbol,notasi dan cara membuat – setelah kemarin kita belajar bagaimana cara membuat dfd, sekarang kita akan belajar tentang Entity Relationship Diagram atau ERD, langsung saja kita mulai

Pengertian ERD

dalam pembuatan database, kita harus memastikan setiap entitas dan table dibuat seefektif mungkin dan kita juga harus memastikan di kemudian hari tidak ada data ganda yang tersimpan, oleh karena itu biasanya seorang data enginer membuat desain aliran data terlebih dahulu sebelum membuat database, salah satu cara yang bisa digunakan untuk mendesainnya adalah ERD.

Entity Relational Database atau yang biasa disebut dengan ERD adalah salah satu struktur yang digunakan untuk mendesain Database. ERD berisi simbol dan koneksi antar simbol. simbol-simbol tersebut melambangkan data penting yaitu entitas dan konektor melambangkan koneksi antar entitasnya

apa itu entitas?

Entitas dalam basis data adalah sebuah object yang dapat mempresentasikan data. dalam sebuah entitas terdapat beberapa properti yang mempresentasikan data hubungan antar entitas

misalnya saja entitas ‘pekerjaan’ dapat mememiliki properti ‘klien’ yang merujuk pada entitas klien.

setiap entitas terdiri dari beberapa attribut yang mewakili data yang lebih kecil, misalkan entitas karyawan memiliki attribut nama,alamat dan id.

setiap entitas juga memerlukan attribut kunci utama (primary key) yang recordnya tidak boleh sama antara satu dengan yang lainnya.

selengkapnya tentang entitas bisa kamu baca di pengertian entitas

Notasi dan simbol ERD

Entitas

Entitas dalam ERD adalah sebuah kumpulan data penting dapat berupa produk,pelanggan,lokasi atau lainnya

Entitas Kuat

entitas kuat erd

Entitas kuat adalah entitas induk ataupun intitas utama karena entitas ini dapat berdiri sendiri dan tidak bergantung terhadap entitas lainnya. entitas kuat biasanya dilambangkan dengan adanya primary key

Entitas Lemah

entitas lemah erd

Entitas lemah adalah entitas yang bergantung dengan entitas lainnya sehingga ia tidak bisa dibuat tanpa adanya koneksi ke entitas kuat, entitas lemah juga tidak memiliki primary key sendiri.

2. Attribut

Attribut adalah simbol yang mewakili data yang lebih spesifik dalam entitas, attribut sendiri terbagi menjadi 3 jenis yaitu attribut, Multivalued Attribute dan Derived Attribute.

Attribut

attribut erd

Attribut adalah simbol yang mewakili data yang ada dalam entita.

Multivalued attribut

multivalued attribut erd

Multivalued attribut adalah attribut yang dapat memiliki isi lebih dari satu dalam satu baris (ganda)

Derived Attribute

derived attribute erd

Derived Atribute adalah attibut yang isinya hasil perhitungan dari attribut lainnya

3.Relasi

Relasi dalam erd adalah sebuah simbol yang melambangkan relasi antar entitas, Relasi sendiri terbagi menjadi 2 jenis yaitu relationship dan weak relationship

Relationship

relasi

Relasi yang melmbangkan hubungan antar entitas kuat.

Weak Relationship

weak relationship

Weak Relationship adalah relasi antar entitas lemah dengan entitas induknya.

4.Connector

connector adalah simbol yang menghubungkan entitas dengan relasi ataupun dengan entitas lainnya, di ujung konektor biasanya diberi notasi tentang hubungan tersebut.

kapan kita memerlukan ERD?

Ada beberapa kondisi dimana kita diperlukan untuk membuat ERD, beberapa diantaranya

Desain database

pertama kita dapat membuat ERD pada saat sebelum melakukan pembuatan database, jelas tujuannya adalah untuk mendesain database yang efektif dan berkelanjutan

selain itu dengan membuat ERD kita juga bisa mengetahui kelemahan dari database yang akan kita buat, sehingga dikemudian hari kita bisa mencegah error.

Database Debugging

ERD juga bisa digunakan untuk melakukan debugging sebuah database yang telah dibuat sebelumnya apalagi jika database tersebut memiliki banyak table dan sistem sql yang rumit.

dengan memvisualisasikan database target kita bisa mengetahui dimana letak kesalahan/bug dalam sebuah sistem database.

Database Upgrade

ada kalanya kita harus menambah fitur baru pada aplikasi yang kita buat yang tentunya hal ini akan berpengaruh terhadap database yang kita miliki sehingga mengharuskan kita untuk menambah beberapa table serta relasi antar table.

disaat inilah ERD diperlukan untuk memperjelas serta memberikan insight lebih terhadap sistem database yang akan di upgrade.

cara membuat ERD

ada beberapa tahapan yang harus kerjakan saat membuat sebuah entity relational Database, sedikit saja kesalahan dapat membuat salah pengertian kepada user database lainnya, caranya adalah

1.Identifikasi Entitas dan Attribute

Langkah pertama yang harus dilakukan dalam membuat ERD adalah mengidentifikasi semua entitas yang diperlukan. kamu dapat menjabarkan keinginan dari client dan mengidentifikasi seluruh entitas yang ada.

buatlah daftar entitas tersebut dan lakukan analisis ulang agar tidak ada entitas yang tertinggal.

2.Identifikasi dan Deskripsi Relasi Entitas

Langkah berikutnya adalah mengidentifikasi hubungan antar Entitas. lihat kembali catatan tembuatan dari client lalu indentifikasilah apa saja hubungan relasi yang harus dibuat.

buatlah sebuah seketsa untuk memetakan seluruh relasi yang berhasil di identifikasi lalu analisis ulang, pastikan semua aliran sudah seperti yang client minta

3.buatlah diagram

langkah terakhir adalah mulai membuat ERD yang sudah kamu rancang sebelumnya ke dalam Bentuk yang sesungguhnya, kamu bisa membuatnya dengan plikasi komputer seperti whimsical,Visio,Word ataupun apalikasi lainnya

setelah itu konsultasikan ke client apakah ERD yang kamu buat sudah sesuai dengan keinginannya, jika dirasa belum silahkan lakukan revisi kembali.

itulah beberapa hal yang dapat anaktik.com sampaikan mengenai …, semoga bermanfaat dan sampai jumpa di artikel selanjutnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *