Pengertian Diagram Konteks ,contoh, manfaat dan cara membuatnya

1 min read

apa itu diagram konteks

Pengertian Diagram Konteks ,contoh, manfaat dan cara membuatnya – Dalam membangun DFD, langkah awal yang wajib dan harus dilakukan adalah membuat Level 0 atau yang biasa kita sebut dengan context diagram. apa itu Context Diagram? dan bagaimana cara membuatnya? mari kita bahas

Pengertian Diagram Konteks

Apa itu Diagram Konteks? Pengertian Diagram Konteks adalah sebuah bagian level dari Data Flow Diagram yang digunakan untuk menetapkan konteks serta batasan batasan sistem pada sebuah pemodelan. hal ini termasuk hubungan dengan entitas entitas diluar system itu sendiri, seperti sistem, kelompok organisasi, penyimpanan data eksternal lain.

Diagram konteks sering disebut juga dengan Level-0 dan menjadi penentu utama pada sebuah sistem yang dimodelkan dalam Data Flow Diagram. namun untuk membangun suatu sistem DFD utuh masih dibutuhkan 2 level lanjutan, yaitu Level 1 yang bertujuan memecah sistem menjadi lebih kecil serta Level 2 yang bertujuan untuk membuat rincian dari system yang akan dibuat.

baca: apa itu pengolahan data

DFD sendiri memiliki 4 konsep utama yaitu

  • Proses (lingkaran)
  • Entitas Eksternal (persegi panjang)
  • Data Menyimpan (dua garis horizontal, paralel atau kadang-kadang dan elips)
  • Arus Data (garis melengkung atau lurus dengan panah yang menunjukkan arah aliran

Contoh dari diagram Konteks

contoh diagram konteks
contoh context flow diagram
contoh cfd Sistem informasi bengkel

Cara Membangun Diagram Konteks

Untuk membangun sebuah context diagram hal pertama yang harus kamu lakukan adalah mendiskusikannya dengan si client, seperti apa nantinya sistem itu dibuat, setelah itu indentifikasi 2 hal tsb

  • entitas external
  • aliran data

lalu buatlah analisis seperti:

  • Identifikasi arus data yang berlangsung di dalam sistem seperti arus informasi,dokumen dll, baik yang terstruktur maupun tidak terstruktur(email, percakapan telepon, informasi dari sistem eksternal, dll.).
  • Identifikasi arus data dari entitas external, seperti dari mana sumbernya, seperti apa datanya, dll.
  • Gambar dan berilah label di setiap proses yang mewakili seluruh pekerjaan sistem.
  • Gambar dan berilah label pada setiap entitas yang terkait di dalam sistem, baik entitas internal maupun entitas external.
  • Tambahkan aliran data yang mewakili perpindahan data antar proses/entitas.
  • setelah context diagram jadi, diskusikanlah dengan orang terkait, apakah masih adayang harus diperbaiki/tertinggal. jika iya maka lakukan revisi.

baca juga: cara membuat dfd secara online

Manfaat membangun Context Diagram

membangun sebuah diagram context memiliki beberapa manfaat seperti.

  • Memperlihatkan ruang lingkup dan batas-batas suatu sistem termasuk sistem lain yang berinteraksi dengannya
  • Tidak ada pengetahuan teknis yang dianggap atau diperlukan untuk memahami diagram
  • Mudah menggambar dan mengubah karena notasi yang terbatas
  • Mudah diperluas dengan menambahkan berbagai level DFD
  • Dapat menguntungkan khalayak luas termasuk pemangku kepentingan, analis bisnis, analis data, pengembang

itulah yang dapat saya sampaikan mengenai Pengertian Diagram Konteks ,contoh, manfaat dan cara membuatnya. jika kamu masih bingung, kamu bisa mempelajari tentang data flow diagram terlebih dahulu

3 Replies to “Pengertian Diagram Konteks ,contoh, manfaat dan cara membuatnya”

    1. Tidak harus, jika dirasa level 1 sudah cukup untuk menjelaskan keseluruhan sistem maka level 2 tidak diwajibkan (tapi kasus ini jarang sekali terjadi, apalagi untuk sistem ringan kompleksitas yang tinggi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *