cara membuat dfd level 0 dan contoh dfd level 0

Diposting pada

anaktik.com-akan membagikan artikel cara membuat dfd jika anda seorang programer atau seseorang yang sedang mempelajari iptek khususnya untuk rekayasa perangkat lunak pastinya sudah tidak asing dengan DFD level 0. Pengembangan sistem dengan cara terstruktur memang sering menggunakan DFD berbeda dengan yang berorientasi objek  karena menggunakan UML atau unified modeling language.

Sebelum membahas data flow diagram atau diagram alir, anda perlu tahu terlebih dahulu mengenai diagram konteks. Dalam hal ini diagram konteks adalah diagram yang terdiri dari sebuah proses yang dapat menggambarkan lingkup sebuah sistem bahkan juga merupakan bagian paling tinggi dalam DFD.

Pada artikel kali ini kami akan membahas mengenai DFD level 0 beserta contohnya. Jika diagram konteks menggambarkan sistem secara umum, berbeda dengan data flow diagram  karena menggambarkan sistem Lebih detail hingga bagian terkecil. Meskipun berbeda, namun keduanya memiliki keterhubungan satu sama lain.

pengertian dfd level 0

Pengertian data flow diagram  secara umum adalah proses data yang menggambarkan dari mana asal data tersebut lalu apa dan kemana tujuannya, jadi bisa mengetahui input hingga output dalam sebuah sistem secara terperinci. Data flow diagram juga terdiri dari beberapa level dimana semakin tinggi maka semakin detail pula sistem yang tergambar dan semakin jelas.

DFD level 0 pertama kali dikenalkan oleh Larry Constantine dan Ed Yourdon di tahun 1970. Proses data yang satu ini mengacu pada teori grafik yang awalnya digunakan dalam sebuah penelitian untuk alur kerja organisasi. Data flow diagram menggunakan notasi dan simbol seperti lingkaran, persegi panjang, dua buah garis hingga garis dengan panah.

DFD sangat berguna untuk merancang sebuah sistem yang memiliki semacam peninjauan pada alur data agar lebih mudah menganalisa dan menggambarkannya. Selain itu biasanya digunakan sebagai pengembang aplikasi dalam menggambarkan alur data secara jelas agar user bisa memahami sebuah sistem dengan sangat mudah.

Baca Juga : Pengertian Data Flow diagram(DFD) simbol,fungsi , contoh

DFD level 0 atau yang biasa disebut context diagram/diagram konteks adalah salah satu tahap pembuatan DFD  yang digunakan untuk menetapkan konteks serta batasan batasan sistem pada sebuah pemodelan. hal ini termasuk hubungan dengan entitas entitas diluar system itu sendiri, seperti sistem, kelompok organisasi, penyimpanan data eksternal lain.

Diagram konteks dibuat sebagai acuan pembuatan aliran data yang berada pada DFD Level 1 dan 2,Pada DFD Level 0 kita hanya perlu mendefinisikan alir data yang berasal dari entitas external ke dalam sistem maupun sebaliknya.

Cara membuat DFD Level 0

Analisis

Untuk membangun sebuah context diagram hal pertama yang harus kamu lakukan adalah mendiskusikannya dengan si client, seperti apa nantinya sistem itu dibuat

setelah mendapat gambaran tentang aplikasi yang akan dibuat, kamu bisa langsung mengidentifikasi entitas external apa saja yang akan terhubung dengan sistem, selain itu kamu juga harus mengidentifikasi aliran data dari setiap entitas external tersebut.’

Contoh DFD Level 0

Untuk membuat DFD maka harus dilakukan sesuai dengan kaidah atau syarat-syarat yang sudah ditentukan agar mendapatkan hasil yang baik dan minim kesalahan. Syarat-syaratnya adalah pemberian nama komponen, pemberian nomor pada komponen proses, hindari penggambaran yang rumit dan pastikan dibangun konsisten secara logika.

Untuk levelnya sendiri tergantung pada aplikasi atau sistem yang akan dirancang jadi bisa dikatakan level di-update tergantung dari seberapa kompleks aplikasi Memiliki proses dalam pengelolaannya. Level 0 sering dikenal sebagai istilah konteks diagram sebagai level paling sederhana.

Contoh DFD level 0 adalah model logika data atau proses data yang cenderung hanya menggambarkan desain secara umum misalnya hanya menerangkan aliran input dan output. Misalnya diagram konteks aplikasi ojek online maka di level 0 hanya menjelaskan detail pelanggan lalu aplikasi ojek online lalu driver ojek online.

Baca Juga : cara membuat dfd secara online menggunakan WHIMSICAL

Pelanggan meliputi data user, pemilihan layanan, pembuatan order, pembayaran, penentuan lokasi dan review atau rating selalu mengarah ke aplikasi ojek online. Untuk dapat driver ojek online maka meliputi data driver, konfirmasi order, data order, review sebagai contoh DFD level 0.

0
Gambar Gravatar
Pusatnya pengetahuan Teknik Informatika dan Pengetahuan Lainya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *